Thursday, March 17, 2016

AIR TERJUN SEMPORNA YANG TIDAK SEMPURNA

Air Terjun Semporna yang indah
Kabupaten Lombok Timur (Lotim) memiliki potensi wisata alam yang sangat  beragam. Mulai dari potensi wisata alam bawah laut, pantai, air terjun hingga pegunungan. Namun sayangnya potensi wisata tersebut masih banyak yang belum tergarap dengan maksimal alias diabaikan. Salah satu potensi wisata yang tak tergarap maksimal adalah Air Terjun Semporna.



Air Terjun Semporna terletak di Desa Timba Nuh Kecamatan Pringgasela Lotim. Akses jalan menuju daerah tersebut terbilang cukup mudah baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, sayangnya, infrastruktur jalan menuju lokasi air terjun cukup memprihatinkan. “Air terjun ini baru dua tahun dibuka sebagai tempat wisata. Belum cepat berkembang karena desa tak punya dana untuk mengembangkannya,” kata Pengelola Obyek Wisata Air terjun Semporna, Khairil Anwar, November 2015.

Dari sisi potensi, kata Anwar, air terjun Semporna sangat menjanjikan dikembangkan sebagai salah satu obyek wisata di Kecamatan Pringgasela dan Lotim pada umumnya. Pasalnya, lokasi air terjun tersebut tak jauh dari jalur pendakian menuju Gunung Rinjani. Jalur pendakian Rinjani melalui Timba Nuh merupakan salah satu jalur pendakian yang membutuhkan waktu tidak terlalu lama menuju puncak Rinjani. “Sering dulu pemerintah  daerah nyurvei ke sini untuk rencana penempatan berugak, toilet dan sebagainya. Sampai sekarang belum ada tindaklanjut,” ungkapnya.
Jalan yang rusak menuju
Air Terjun Semporna

Bahkan, kata Anwar, jalan rabat sepanjang 300 meter yang ada saat ini pembangunannya lewat program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Sedikitnya masih ada jalan tanah sepanjang 500 meter menuju lokasi air terjun Semporna yang kondisinya masih memprihatinkan. Karena jika pada musim kering seperti ini, jalan setapak dengan lebar satu meter itu pasti berdebu.
“Promosinya belum maksimal sehingga banyak yang belum tahu air terjun ini. Malu kita promosikan besar-besaran karena fasilitas belum ada,” ucapnya.
Anwar mengatakan, Pemda Lotim sering pernah  melakukan survaike lokasi untuk rencana pengembangan air terjun tersebut untuk dibangun sejumlah fasilitas seperti berugak, toilet dan lainnya. Namun, kata Anwar pihak desa tidak mau jika itu dikelola oleh pemda, maunya air terjun tersebut dikelola oleh pemerintah desa. Sehingga dana yang terkumpul bisa digunakan untuk membangun desa.


“Maunya desa sendiri yang mengelola. Soalnya kalau daerah nanti, sedikit dana itu yang kembali ke desa. Selama  ini pengembangan secara swadaya. Jalan yang sudah dirabat sekitar 300 meter. Kalau sampai air terjun kurang lebih 400 meter yang perlu  dirabat lagi,”tandasnya. (nasir)
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Definition List