Monday, November 20, 2017

Kemenpar Tetapkan Desa Setanggor Jadi Model Desa Wisata Nasional

Menpar Arief Yahya mengunjungi Desa Wisata Setanggor Lombok Tengah, Jumat (17/11/2017). Desa Setanggor dijadikan sebagai model pengembangan desa wisata nasional. 

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) saat ini tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengembangan desa wisata secara nasional. Dalam upaya mengembangkan desa wisata ini, Kemenpar telah menetapkan Desa Wisata Setanggor Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) sebagai model pengembangan desa wisata nasional.
Penegasan ini disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, saat mengunjungi Desa Wisata Setanggor, Jumat (17/11/2017).

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. L. Moh. Faozal, S.Sos., M.Si., Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Menpar, menegaskan, kalau penyusunan SOP pengembangan desa wisata lahir setelah dirinya melakukan diskusi mendalam dengan Presiden Joko Widodo. Diskusi dengan presiden terkait bagaimana pola pengembangan desa wisata di Indonesia.

Dalam hal ini, ujarnya, pemerintah pusat menilai, kalau desa wisata bisa menjadi alternatif destinasi wisata yang bisa dijual kepada wisatawan, khususnya wisatawan asing selain destinasi-destinasi wisata pada umumnya yang sudah ada sebelumnya. ‘’Dan, nyatanya potensi pengembangan desa wisata cukup menjanjikan,’’ ujarnya.

Hanya saja, tambahnya, dalam pengembangan desa wisata belum ada standar baku yang bisa menjadi acuan atau pedoman, sehingga perlu dibuat SOP yang jelas dengan mencontoh desa wisata yang sudah berkembang. “Dan, setelah kita Googling di internet ternyata Desa Wisata Setanggor cocok sebagai model pengembangan desa wisata nasional,” terangnya.

Atas dasar itulah kemudian pihaknya turun melihat langsung seperti apa desa wisata yang tengah dikembangkan oleh Desa Setanggor sekaligus melihat kekurangan dan kelemahan yang ada. Dari turun lapangan ini menjadi bahan pertimbangan di tingkat pusat untuk menentukan langkah-langkah penyempurnaan.

Menpar menegaskan, untuk penyusunan SOP pengembangan desa wisata ditarget bisa tuntas tahun ini juga, sehingga  mulai tahun depan SOP bisa diterapkan dan bisa sebagai pedoman dalam pengembangan desa wisata secara nasional.

Ia pun mengaku kalau Desa Wisata Setanggor memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan desa wisata lainnya. Salah satunya, destinasi wisata yang ditawarkan cukup variatif atau tidak monoton hanya ada beberapa destinasi tertentu, sehingga para wisatawan yang datang bisa menikmati berbagai destinasi dalam sekali kunjungan.

‘’Hal itulah yang mungkin belum dimiliki desa wisata lainnya. Sehingga patut kalau kemudian Desa Wisata Setanggor menjadi model pengembangan desa wisata nasional. Terhadap beberapa kekurangan fasilitas pendukung, nanti akan kita coba dorong lewat Kementerian Desa. Termasuk dari Kemenpar juga akan ikut membantu,”  janjinya. (Munakir)



Share:

Melihat Jejak Peninggalan Tentara Jepang di Tanjung Ringgit Sekaroh Lombok Timur

Meriam yang menjadi peninggalan tentara Jepang dulu yang ada di Tanjung Ringgit Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.
Kabupaten Lombok Timur memiliki banyak potensi destinasi wisata yang dapat dikunjungi, salah satunya Tanjung Ringgit. Destinasi wisata yang ada di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru. Belakangan semakin banyak wisatawan yang berkunjung karena tertarik keindahan di Tanjung Ringgit. Terdapat bukit di Tanjung Ringgit yang memungkinkan wisatawan dapat menikmati keindahan laut lepas dari ketinggian. Disini juga terdapat peninggalan tentara Jepang berupa gua dan meriam.

Dari ketinggian bukit Tanjung Ringgit, para pengunjung dapat menikmati pesona laut lepas yang menghadap ke lautan Australia. Pasir putih yang nampak kemilau turut pula menghiasi keindahan gelombang air laut di tanjung ini. Tebing-tebing yang menjadi pemisah bukit tanjung ini dengan air laut menampakkan suatu pesona yang terlihat indah. Saat duduk di atas tebing seberang dan memandang ke tebing seberang, terasa sebuah lukisan yang simetris yang berdiri tegak di atas air laut. Inilah pesona Tanjung Ringgit yang disukai oleh pengunjung.

“Tempatnya keren, wisatawan yang ke Lombok harus datang. Ini benar-benar keren,” aku wisatawan asal Surabaya Beny Prayogi, di Selong, Kamis (16/11/2017).

Sebuah keunikan yang tersimpan di kawasan Tanjung Ringgit ini adalah sebuah sumur yang persisnya berada di tepi pantai dari Tanjung ini. Sumur itu memiliki air yang jernih dan memiliki rasa tawar. Konon kabarnya, pada zaman dulu sumur tersebut menjadi salah satu tempat para kaum ulama untuk mengambil air wudhu di tempat ini. Namun anehnya, walaupun air gelombang naik menutupi sumur tersebut, airnya pun tetap terasa tawar dan jernih.

Selain itu ada pula dua alat yang diyakini merupakan benda peninggalan pada zaman penjajahan Jepang. Ada gua dan meriam, di mana gua itu dijadikan tempat bersembunyi dan meriam itu digunakan untuk menyerang musuh tentara Jepang. “Kalau cerita dari warga sekitar sih begitu,” ujarnya.

Wisatawan dapat menyaksikan keindahan panorama dari Tanjung Ringgit. Dari sini wisatawan juga dapat berkunjung ke berbagai destinasi lain, misalnya Gili Sunut. Karena lokasinya yang berdekatan. Hanya menggunakan perahu yang disewakan oleh penduduk setempat.
“Penduduk di sana ramah-ramah juga, jadi dijamin akan senang kalau berkunjung,” ujarnya. (linggauni)       
Share:

Thursday, November 16, 2017

Menikmati Indahnya Pulau Lombok dari Roof Top Garden Golden Palace Hotel Lombok

Roof Top Garden Golden Palace Hotel Lombok 

Golden Palace Hotel Lombok saat ini selalu menjadi tujuan para tamu yang datang ke Pulau Lombok untuk menginap ataupun sekadar menghabiskan waktu dengan para kerabat. Hal ini dikarenakan selain memiliki kamar yang bersih dan luas, hotel berbintang empat yang telah tersertifikasi ini juga menyediakan fasilitas yang sangat lengkap.

Fasilitas dimaksud dimulai dari Business Lounge, Cendrawasih & Merak Restaurant, Kolam Renang & Bar, Meeting Room & Ballroom, Fitness Center, Spa & Sauna, Skylounge dan yang menjadi Favorit para tamu adalah Roof Top Garden. Salah satu fasilitas yang menjadi tempat favorit para tamu ini terletak di lantai teratas yaitu Lantai 12. Roof Top Garden menyediakan pemandangan yang sangat lengkap dan fantastis, dimulai dari pegunungan, pantai, hingga perkotaan yang terlihat sangat indah dan mengagumkan baik pada saat pagi, siang, sore maupun malam hari.

Walaupun konsep yang diusung outdoor dan terletak di lantai teratas namun Roof Top Garden terbilang aman dan sangat nyaman karena dikelilingi oleh tembok kaca tebal sehingga tamu tetap dapat menikmati pemandangan dengan aman, maka dari itu seringkali fasilitas ini digunakan para tamu untuk mengadakan pertemuan ataupun sekadar bersantai bersama keluarga maupun kolega bisnis sembari menikmati lezatnya makanan dan minuman yang disajikan. Berfoto dengan berlatar belakang logo Golden Palace juga menjadi salah satu selfie corner favorit para tamu saat datang mengunjungi Roof Top Garden.

Hotel yang terletak di tengah Kota Mataram dengan bangunan full AC dimulai dari Lobby tersebut, saat ini terkenal dan selalu menjadi tujuan semua pejabat penting di Indonesia saat sedang berkunjung ke pulau Lombok yang ingin beristirahat sembari menikmati makanan khas Lombok.
Untuk Reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Golden Palace Hotel Lombok di 0370 - 6170000 (hunting), atau datang langsung ke Jl. Sriwijaya No. 38 Mataram dan dapat pula mengunjungi website di www.goldenpalacelombok.com. (Marham)
Share:

Bangun Pariwisata Lombok Barat Lewat Gerdu Bangsa

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meresmikan Gerdu Bangsa, inovasi dari Dispar Lombok Barat dalam membangun pariwisata

Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid meresmikan Gerakan Terpadu Bangun Pariwisata (Gerdu Bangsa), hasil inovasi dari Dinas Pariwisata. Adanya Gerdu Bangsa ini untuk memadukan semua unsur baik pemerintah, swasta, pelaku wisata, masyarakat, akademisi, pelaku  bisnis, media serta semua unsur terkait untuk ikut terlibat dalam pembangunan pariwisata Lobar ke depan.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula penyerahan sertifikasi halal dari MUI dan wisata halal, sertifikat kompetensi tenaga kerja serta penandatanganan sejumlah MoU dengan sejumlah pihak.

Hadir pada kesempatan ini Bupati Lobar didampingi Kepala Dispar, Ispan Junaidi serta segenap kepala SKPD. Hadir juga Wakapolres Kompol Gede Sukma, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi, Ketua MUI, Kepala BPOM, Ketua Dewan Kesenian, tim STO Unram, ketua forum tata kelola pariwisata (FTKP), GM Pelindo Lembar, Dirut Poltekpar dan ketua forum Hiburan Malam, Herman, serta para pelaku wisata  hiburan.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat menandatangani nota kesepahaman dalam membangun pariwisata Lombok Barat lewat Gerdu Bangsa

Di samping membentuk Gerdu Bangsa, pihaknya juga sudah membentuk FTKP. Beberapa unsur terlibat, antara lain, akademisi, bisnis (pelaku wisata), community, Governance dan media (ABCGM). Dalam kesempatan itu, Kadispar Lobar melaporkan terkait pencapaian pembangunan di sektor pariwisata yang telah dilaksanakan dan rencana pembangunan pariwisata yang menjadi pondasi tahun 2018.

Pembangunan pariwisata memiliki imbas yang paling banyak, bahkan menurut riset diikuti 185 industri lain. Salah satu buktinya, pengembangan sustainable tourism (STO) di Sesaot awalnya yang bekerja hanya puluhan orang, sekarang menjadi 300 orang lebih. Dari tingkat kunjungan wisatawan meningkat tajam, dari sebelumnya tahun 2015 meningkat 24 persen lebih menjadi 468 ribu lebih dan tahun 2016 naik menjadi 582 ribu lebih. Rencana kedepan, pihaknya ingin membangun sejumlah destinasi yang sudah ada. Termasuk Sekotong yang sejauh ini belum menjadi destinasi.

Sementara itu, Bupati H. Fauzan Khalid mengapresiasi inovasi Dispar yang launching Gerdu Bangsa. Bupati sendiri lebih fokus pada kata terpadu, menurutnya memberikan isyarat kepada semua pihak dalam gerakan ini semua terlibat. Tidak boleh tidak ada pihak yang perduli dan tidak boleh ada yang terlupakan, sekecil apapun persoalan di pariwisata. “Kami berterimakasih ke Kadis Pariwisata, tentunya juga memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak khususnya industri pariwisata, industri lain yang terlibat mendukung gerakan ini,” kata Fauzan.

Dikatakan, dia pernah menghadap Menpar guna melapor sekaligus mengundang terkait STO  dan halal tourism, namun kata menggelitik Menpar terhadap dirinya bahwa tidak perlu bicara pariwisata halal karena Lombok itu masih jorok, karena toilet kotor dan tidak bersih. Di satu sisi, jelasnya pemda patut bangga bahwa Lombok sebagai pariwisata halal dunia, namun hal-hal yang harus ada di pariwisata halal harus dipenuhi. Terutama masalah kebersihan dan sampah. Ia pun mengajak segenap jajaran agar tidak usah saling tunggu untuk berbuat, sebab seharusnya semua bergerak. “Tidak apa-apa mulai dari hal kecil seperti toilet,” jelasnya.
Peserta sosialisasi Gerdu Bangsa Dinas Pariwisata Lombok Barat

Ia juga menekankan ke pelaku wisata dan industri harus punya kewajiban, misalnya tamu hotel terganggu karena suara kafe. Seharusnya pihak kafe yang sadar duluan agar jangan menunggu hotel dulu yang protes terkait kebisingan. Pun demikian terkait rekrutmen tenaga kerja, harus lebih dulu sadar agar merekrut warga lokal.

Menurutnya, cara berfikir ini harus dibangun. Termasuk dalam hal penanganan persoalan sampah. Terkait rencana Dispar membangun pariwisata, diakuinya sebagai rencana dan mimpi yang diupayakan diwujudkan paling tidak tahun 2019. Ia sudah menginstruksikan SKPD terkait agar terpadu membangun sektor pariwisata. Sebelum menyampaikan sambutannya, Bupati menyerahkan sertifikasi halal dan tenaga kerja pariwisata. Selai itu, Bupati menyaksikan penandatanganan MoU antara Dispar dengan pihak terkait. (Heru Lombok Barat)
Share:

Tuesday, November 14, 2017

Ribuan Wisatawan China Antre Ingin Datang ke Lombok

Kepala Dinas Pariwisata NTB H. L. Moh. Faozal

Sebanyak 3.000 wisatawan dari China telah antre untuk berkunjung ke Lombok. Pasalnya saat ini tengah diupayakan adanya penerbangan langsung dari China menuju Lombok. Sebanyak 3.000 calon wisatawan menyatakan kesiapannya untuk berkunjung apabila sudah ada penerbangan langsung yang bisa mengantar mereka ke Lombok.

“Saat ini kami memang tengah mengupayakan agar ada penerbangan langsung dari China ke Lombok. Karena ternyata di sana sudah ada banyak calon wisatawan yang mengantre untuk dapat berkunjung ke Lombok,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh Faozal, S.Sos.,M.Si, di Mataram, Rabu (7/11/2017).

Ia mengatakan bahwa potensi pasar wisatawan China ini sangat bagus, sehingga perlu untuk ditindaklanjuti. Salah satunya dengan mengupayakan penerbangan langsung ke Lombok. Sebab hal ini sangat memengaruhi angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Lombok. Apalagi tahun 2018 ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancagara dua juta orang.

“Tahun depan kita targetkan kunjungan empat juta wisatawan. Dimana setengahnya atau dua juta wisatawan itu kita targetkan merupakan wisatawan mancegara,” ujarnya.

Ia berharap dalam waktu dekat akan ada penerbangan langsung dari China ke Lombok. Sehingga 3.000 wisatawan yang tengah menunggu itu dapat segera menikmati keindahan destinasi wisata di Lombok.

“Kalau sudah ada penerbangan langsung ini tentu saja akan berpengaruh pada kunjungan wisatawan dari China. Karena inilah yang mereka tunggu. Sebab selama ini mereka harus transit dulu baru kemudian dilanjutkan terbang ke Lombok,” ujarnya.

Saat ini pihaknya juga tengah menggarap pasar wisatawan Korea dan Jepang. Sebab dua negara itu disebut-sebut sebagai pasar yang cukup potensial. Karena banyak warga negaranya yang berwisata ke luar negeri. Sementara itu, karakter destinasi yang diinginkan sangat cocok dengan Lombok. Yaitu destinasi pantai dan kebudayaan.

“Kalau destinasi kita ini sudah sangat siap untuk menyambut mereka. Tinggal bagaimana kita upayakan mereka ada penerbangan langsung, sehingga mereka enjoy selama di perjalanan menuju kesini,” harapnya. (Linggauni)



Share:

Wisatawan Rusia Menjanjikan bagi Pariwisata Indonesia

Wakil Duta Besar Indonesia di Rusia Lasro Simbolon

Destinasi wisata di NTB sangat beragam, sehingga menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara, salah satunya Rusia. Karakter destinasi wisata NTB sangat cocok dengan karakter destinasi yang diinginkan oleh wisatawan asal Rusia. Hal ini harus diimbangi dengan promosi secara massif, sehingga Rusia bisa mengenal lebih jauh lagi tentang pariwisata NTB.

“Destinasi wisata di NTB khususnya Lombok ini sangat cocok dengan destinasi yang diinginkan oleh orang Rusia. Mereka cenderung suka ke pantai dan berwisata air. NTB sendiri punya banyak pantai dan gili yang indah, jadi sudah pas untuk wisata mereka,” kata Wakil Duta Besar RI di Moscow Lasro Simbolon, di Mataram, Rabu (7/11/2017).

Ia mengatakan dalam setahun setidaknya ada 20 juta orang rusia yang berwisata ke luar negeri. Untuk Indonesia sendiri, kunjungan wisatawan Rusia tidak mencapai 100 ribu orang. Dengan adanya Lombok dan NTB pada umumnya diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan Rusia itu.

“Mereka paling banyak ke Bali. Namun belakangan yang menjadi tujuan mereka selain Bali adalah Lombok dan Jogja. Jadi mereka ini sudah kenal Lombok, tinggal dimantapkan saja dengan promosi,” ujarnya.

Selain suka berlibur ke pantai, wisatawan Rusia juga dapat berkunjung ke suatu negara hingga seminggu bahkan ada yang sampai satu bulan. Ini sangat baik, mengingat lama tinggal wisatawan di NTB belum menyentuh angka tiga hari. Dengan berkunjungnya wisatawan asal Rusia ke NTB, diharapkan dapat meningkatkan rata-rata lama tinggal wisatawan yang datang.

“Mereka juga wisatawan yang berkualitas. Mereka mau menghabiskan uangnya untuk tinggal di hotel terbaik dan berbelanja. Ini sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya.

Ia melihat potensi wisata yang dimiliki NTB sudah sangat baik. Sehingga hanya perlu dipromosikan secara berkelanjutan. Ia juga berharap akan ada penerbangan langsung dari Rusia ke NTB. Sebab konektivitas ini juga sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.

“Kita harapkan terbangun konektivitas untuk menunjang mereka bisa datang kemari. Karena potensi Rusia ini sangat bagus,” ujarnya.
Ia mengatakan dalam dua tahun terakhir Dubes RI di Moscow telah melakukan festival Indonesia dengan menampilkan beraneka potensi wisata dan kerajinan Indonesia. Ia berharap festival Indonesia pada tahun berikutnya dapat menyertakan wisata NTB dalam daftar promosi. Sehingga lebih banyak lagi yang mengetahui tentang NTB di Rusia.  “Mereka itu berlibur pada liburan musim panas. Antara Juni sampai Agustus. Kita manfaatkan itu untuk promosi dan berharap mereka banyak yang datang,” (Linggauni)
Share:

Menjadikan Sembalun, Barometer Desa Wisata Pangan di Indonesia

Tanaman bawang di Sembalun dengan latar belakang Gunung Rinjani

Kecamatan Sembalun menjadi salah satu tempat yang akan dikembangkan menjadi desa wisata pangan. Dimana desa-desa di Sembalun akan dijadikan sebagai desa wisata pangan dan akan menjadi percontohan bagi desa wisata lainnya. Sehingga wisatawan dapat menikmati aneka hidangan khas Lombok sambil menikmati suasana pedesaan dan beberapa destinasi wisata yang ada di Sembalun.

“Kami akan coba modelnya itu di Sembalun. Ini akan kami jadikan desa wisata pangan. Nantinya wisatawan dapat menikmati berbagai hidangan kuliner yang dimasak oleh masyarakat setempat sambil menikmati suasana wisata Sembalun,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Hj. Budi Septiani, di Mataram, Rabu (7/11/2017).

Ia mengatakan bahwa kombinasi antara pangan dengan pariwisata merupakan perpaduan yang bagus. Sebab wisatawan juga harus dijamu dengan kuliner atau sajian-sajian yang menarik. Salah satunya dengan kuliner khas Lombok. Berbagai jenis penganan dan hidangan dapat dinikmati bagi wisatawan yang berkunjung ke desa wisata pangan Sembalun.
Rumah adat Limbungan di Sembalun Lombok Timur

“Kami ingin angkat Sembalun sebagai lumbung pangan sebagai desa wisata kuliner di Lombok. Pengembangannya pun berbasis pariwisata. Ini salah satu terobosan baru kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata,” ujarnya.  

Ia mengatakan akan mengemas kuliner NTB dengan lebih menarik. Sehingga wisatawan bisa benar-benar menikmati sajian kuliner di NTB. Tidak saja kuliner yang disajikan secara langsung namun juga kuliner atau jajanan khas kemasan. Sehingga wisatawan dapat membawa aneka jajanan NTB sebagai oleh-oleh. “Kami rasa kombinasi pangan dan pariwisata ini sangat pas,” ujarnya.

Ia berharap ke depannya wisatawan bisa lebih mengenal aneka hidangan atau kuliner NTB. Terlebih dengan dijadikannya Sembalun sebagai desa wisata pangan, diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa wisata lainnya. Sehingga pangan dan pariwisata ini dapat berjalan beriringan. “Ini memang menjadi fokus utama kita. Bagaimana memanjakan tamu atau wisatawan ini dengan kuliner saat mereka berkunjung,” harapnya.

Ia berharap setelah desa wisata pangan di Sembalun berjalan, akan ada desa wisata pangan lainnya yang berkembang. Sehingga pangan NTB dapat dikenal, baik di dalam maupun luar negeri. (linggauni)


Share:

Monday, November 13, 2017

ABOUT US

PESONA WISATA NTB


REFERENSI WISATA ANDA

PESONA WISATA NTB adalah sebuah blog yang ditujukan untuk menghimpun berita-berita tentang pariwisata NTB, nasional dan internasional. Sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia, potensi pariwisata NTB sekarang ini cukup besar. Sebut saja, kawasan Senggigi di Lombok Barat, Gili Nanggu, Gili Sudak, Gili Meno, Gili Trawangan ataupun Gili Air.

Belum lagi, sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah Bagian Selatan hingga zaman Presiden Joko Widodo, telah menjadi magnet baru. Investasi belasan triliunan rupiah mengalir di tempat ini.

Pesona wisata NTB tidak hanya berhenti sampai di situ saja, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga telah memperjuangkan Global Hub di Lombok Utara. Global hub ini direncanakan akan menjadi pusat perekonomian baru di masa mendatang.

NTB tidak hanya memiliki objek wisata pantai, NTB juga memiliki objek wisata alam lain, seperti gunung, air terjun, peninggalan bersejarah dan lainnya. Tempat-tempat ini tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Tempat-tempat yang eksotis pasti akan membuat Anda merasa tidak mau balik ke daerah asal atau negara asalnya.

Keberadaan blog ini terbuka bagi siapa saja yang ingin meng-copi atau mencari informasi tentang NTB. Silakan Anda mengandakan berita-berita yang ada di blog ini dengan menyebut sumbernya atau mengutip www.pesonawisatantb.blogspot.co.id.

Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh atau mengirim saran tentang penulis, silakan kirim email ke aththir@gmail.com atau kontak langsung ke nomor HP : 08175760216.

Semoga blog ini akan menambah informasi dan Anda enjoy membacanya.
Admin

M a r h a m 


Share:

Definition List